CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Tuesday, 23 April 2013

Sebuah Penantian

   Penantian ini semakin lama semakin panjang. Entah itu dari senin hingga minggu atau bahkan Januari hingga Desember. Telah kutitipkan kesabaran dan rasa rinduku pada secarik harapan yang akan terbang tertiup waktu dan menghilang diantara ruang.
     Di sini aku menunggu, menunggu hingga musim berganti. Sembari menatap jenuh awan yang berlalu karena tak kunjung membawa pulang sang angin.
     Awan berganti hujan, rindu berganti air mata. Amarah awalnya berada di puncak segera terjun menjadi kerelaan.
     Tak pernah terpikir bagaimana rasanya lenyap? lenyap dari guratan guratan dimensi dan pergi entah kemana. Seolah kenangan rasanya tak berarti, dulunya manis terasa hambar, dulunya pahit bahkan terasa hambar.
     Rasanya tak habis pikir, mengapa ada hal serumit ini? Ketika keberadaanmu mulai kupahami, mengapa justru keberadaanku yang mulai memudar?
    Salahkah waktu? Tidak, kurasa waktu tak pernah salah. Ia tetap berputar sebagaimana ia ditakdirkan. Jadi inikah takdir?
       Takdir yang nyata namun tak dapat terjamah? Takdir yang membuat setiap langkah terbebani, terasa berat untuk maju.
      Kembali ke masa lalu, apa yang harusnya terjadi kenapa harus terjadi? Kenapa tidak dibatalkan saja (?). Percuma memang jika lagi lagi menyalahkan takdir, manusia tidak pernah berhak.

Dibalik Pilihan

       Ketika manusia harus dipaksa memilih... memilih diantara dua keputusan yang salah satunya seharusnya tidak hatus dipilih. Seperti awan harus melawan kehendak hujan, dan bumi melawan kehendak matahari.

      Di balik semua pilihan itu, terdapat ukiran ukiran takdir. Entah itu timbul atau bahkan tak tampak, namun warna dan kejamnya kuas, semuanya telah diguratkan di sini.

         Aku sungguh tak tahu. Bila melangkah terpasung ke jurang dan tidak melangkah akan mati kelaparan. Rasanya tertekan harus memikirkan semuanya. Gelombang-gelombang listrik seakan mulai menyengat beberapa bagian dari pusat tubuh ini. Embun yang terpecah.
     
         Entah harus bagaimana lagi. Haruskah kuusahakan sendiri? Melangkah sendiri menuju awan?
         Tuhan... tolong dengarkan setiap ukiran pada secarik keluhan ini. Manusia diguratkan takdirnya masing masing. Apa yang telah disepakati, harusnya tak keluar berkeliaran lagi. Namun bagaimana jika semakin lama rentetan janji itu bersebaran hingga ingin menguasai seluruhnya? Bukankah itu tidak adil? Bagaimana aku harus memutuskan deretan waktu yang telah ditetapkan?
    
            Banyak beban, jauh perjalanan. Jika mampu sedikit saja memahami guratan yang tertulis di benda kecil ini. Jangan lagi bebani makhluk bodoh ini dengan rentetan kalimat berujung pedang, yang setiap waktu mampu menggores bahkan menusuk tepat di sini.... di sini

Sunday, 21 April 2013

Bule dari Omegle


Hai kawan, kali ini gue mau bagi-bagi pengalaman soal situs chatting favorit gue : OMEGLE
Nah pasti udah pada tau kan, omegle itu apa?  Kalau belum tau, omegle itu sebuah situs chat random dengan orang-orang luar negri, ya walaupun ada juga sih orang Indonesia. Namun, kalian harus berhati-hati ya kalau mau chat di situs ini, apalagi kalau kalian di bawah umur (Kayak gue gitu).
Nah, pengalamannya gue mulai. Simak baik-baik
Hari itu, hari yang cerah secerah modem gue yang punya kuota unlimited J. Nah karena emang gue udah lama banget nggak buka omegle, jadilah niatan gue itu. Seperti biasa, pertama klik http://www.omegle.com lalu klik Text Chat. Chattingan pun dimulai~~~
Ternyata takdir emang berpihak. Chat pertama gue ternyata membuahkan hasil yang baik soalnya gue nggak harus ketemu sama cowok atau cewek Ho**y alay di sana. Ahhaayyy. Nah, orang ini namanya James umurnya 21 tahun dan dia sekarang kuliah sambil kerja ^^wooow. Orangnya baik dn enak diajak ngomong. Tapi, yang buat gue kagum sekagum-kagumnya itu adalah bagaimana dia tidak mau membagi privasinya walaupun itu hanya sebuah email Lol. Sedih sih banget ya, soalnya giliran ketemu ama cowok yang pas eeehhh udah nggak ada jalan untuk melanjutkan chattingan. Yang jelas guys, dia baik bangeeett, gue udah punya feel gitu. Hwwaaa how pity I am TT.
Belum selesai kegalauan gue karena nggak dikasih emailnya, ehhh sekarang giliran omegle yang buat gue kesal minta ampun. Nah, karena nggak dikasih email, otomatis gue mikir dong gimana caranya supaya tetap bisa chat sama James. Namun nggak ada satupun ide yang muncul karena emang James nggak punya akun jejaring sosial sama sekali -_-. Nah ketika lagi mikir-mikirnya nih, gue dikagetkan dengan munculnya tulisan Technical error : Lost contact with server, and couldn’t reach it after 3 tries. Sorry. L Omegle understands if you hate it now, but omegle still loves you
Haah antara kaget, kesel, benci dan cinta (“cinta” ditiadakan). Arrgghhh saking kesalnya, gue jadi bingung mau marah ama omegle atau ama modem gue, arrrgghh padahal susah nyari yang kayak James aaaaaahhhh kesel banget. Ditambah lagi dengan kata-kata omegle yang L but omegle still loves you. Hhuuh tambah kesel jadinya. Ngenes gue di depan laptop

James, bila suatu hari nanti kamu nyasar ke blog ini dan melihat postingan ini. Entah itu kapan, tapi saat itu kau sudah harus memberiku emailmuu. Hikzz~~~~

Nah beberapa menit setelah chat bareng James, akhirnya gue bisa mengikhlaskan dan memaafkan om omegle. Tapi kali ini gue chat dari Hp. Setelah download appnya di Play store, mulai deh chat gue. Nah dari semua teman chat omegle gue, ada satu yang paling berkesan. Bahkan kami udah saling tukar id YM dan saling memperlihatkan diri masing-masing. Namun sayang, gue lupa namanya. Orangnya yaa lumayan cakeplah dibanding bule-bule lain yang pernah gue temuin di Omegle. Umurnya juga nggak beda-beda jauh dari gue.
Sayangnya, gue udah nggak ingat apa-apa aja yang kami omongin. Yang jelas, dia udah liat webcam-an gue trus dia bilang gue cute. Heheheheh gue jadi malu. Bukannya mau pamer yah, tapi ini real loh. Dia juga udah ngasih fotonya ama gue. Mau lihat?
Yah begitulah takdir berjalan. Nah dari pengalamanku kali ini ada satu hikmah yang bisa diambil.
Apabila Tuhan mengambil sesuatu dari kita, percayalah Tuhan akan mengembalikannya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang pernah kau miliki

Friday, 19 April 2013

Syair Perpisahan

Kenangan suka
Penghapus luka
Hati yang terbuka
Terkadang terkandung duka

Kebahagiaan menyebar
Menghadirkan sabar
Duka yang terbakar
Hilang tanpa sadar

Aku di sini menunggu
Menunggu datang rabu
Bersama selalu bersatu
Sahabat ! Kembali padaku

Selalu kita bersama
Temani suka dan duka
Menari-nari kesana
Menanti hadirnya tawa

Hidup untuk seribu tahun
Menyimpan perih hingga tahun
Menanti hingga ku rabun
Untuk sahabatku sang embun