CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Saturday, 26 January 2013

Talibunku


Di sekolah... aku diberi tugas untuk membuat Pantun, Gurindam, Syair dan Talibun. Susah sih, Banget ! Tapi ya udah,,,, hasilnya ini deh  :

*nggak tau judulnya apa

Pasir ombak di pantai
Berlabuh kapal berlambang
Angin yang tertatih
Kembali ketepian
Jika kasih tak sampai
Jangan kesal jangan bimbang
Nanti cari lagi kasih
Sampai penantian


*Sejelek apapun, yang penting hasil karya sendiri ^^

Syairku

Di sekolah... aku diberi tugas untuk membuat Pantun, Gurindam, Syair dan Talibun. Susah sih, Banget ! Tapi ya udah,,,, hasilnya ini deh  :


*gak tau judulnya apa^^

Terasa bibirnya kelu
Bergetar tiada tahu
Hati terasa malu
Tertusuk ribuan paku

Apa dosa apa salah
Hingga aku yang menyalah
Hati yang kau patah
Sakitnya amatlah parah


heheh sejelek apapun.. yang penting ini hasil karya sendiri loh


Kenangan?

Membuka lembaran lembaran kenangan, kadang begitu sulit. Padahal hanya sebuah kenangan lama. Namun walau begitu, kenangan-kenangan itu masih tersusun rapi di tempatnya masing-masing. Di setiap tempat selalu.. dan akan selalu menyimpan semua kenangan yang pernah terjadi di sana. Tak apa jika kenangan itu indah....
 Tapi disaat kenangan itu begitu sulit,, ada rasa sesak tersendiri yang akan timbul. Melihat, mendengar bahkan mengingat kenangan kenangan itu akan membuat kita sulit bernafas. Sesak ! Ini bukan kata-kata yang kutulis untuk para galauers... tetapi inilah kejadian yang pernah kualami. Sebanyak apapun oksigen di sana, rasanya akan tetap seperti itu. Entahlah, aku beum punya solusi untuk mengatasinya. kekekek ^^

Kadangkala....

Ketika hati ini hanya mampu meredam...bibir ini terasa kelu...
Apakah kenyataan juga akan menghancurkannya? Menghancurkan semua harapan, impian dan angan yang selalu didamba? tidakkah ada yang berpikir bagaimana rasanya? bagaimana rasa menunggu apa yang takkan datang... menanti harapan pasu..?

Semua orang selalu mengatakan kembali fakta yang ada. Tidakkah mereka pernah berpikir untuk mendengarkan hatinya? Kadangkala,, fakta itu akan sangat bertentangan dengan hati manusia. Entah kenapa...  tapi bisakah kalian menghadapi situasi ini? Akankah kalian akan menyisihkan logika dan lebih memilih kata hati? Hanya kalian yang tahu...